Kitafilmhost.com – Stadio Giuseppe Sinigaglia mencatat sejarah keruntuhan raksasa Milano pada Selasa malam (13/1/2026). AC Milan yang datang membawa status unggulan justru pulang membawa malu. Tim promosi penuh kejutan, Como 1907, sukses mengunci kemenangan tipis 1-0 dalam drama 90 menit yang penuh intensitas.
Banyak pihak semula menjagokan armada Paulo Fonseca memenangi laga pekan ke-20 Serie A musim 2025/2026 ini. Namun, realita di lapangan menunjukkan hal berbeda. Cesc Fabregas menerapkan taktik brilian yang melumpuhkan kreativitas lini tengah Milan. Hasil ini memberikan luka mendalam bagi para pendukung Il Diavolo Rosso yang datang jauh-jauh ke Como.
Keajaiban Nico Paz: Gol Tunggal yang Membungkam Milan
Kedua tim mengawali laga dengan tempo yang sangat cepat. AC Milan mengambil inisiatif serangan melalui akselerasi Rafael Leao di sisi kiri. Meski begitu, barisan pertahanan Como pimpinan Alberto Dossena tampil sangat disiplin. Mereka mematahkan setiap serangan lawan tanpa kompromi. Kejutan besar akhirnya muncul pada menit ke-27 lewat skema serangan balik yang sangat rapi.
Bintang muda berbakat, Nico Paz, pamer kualitas berkelas. Usai menerima umpan pendek Maximo Perrone, Paz melakukan aksi individu menawan melewati Fikayo Tomori. Ia kemudian melepaskan tembakan keras tepat ke pojok kiri gawang Mike Maignan. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 dan mengguncang seisi stadion. Keunggulan ini bertahan hingga wasit meniup peluit tanda babak pertama berakhir.
Frustrasi Rossoneri: Tembok Kokoh Emil Audero
Memasuki paruh kedua, AC Milan menaikkan intensitas serangan secara agresif. Paulo Fonseca memasukkan Christian Pulisic dan Alvaro Morata guna menambah daya gedor. Milan terus menekan jantung pertahanan tuan rumah dan memaksa para pemain Como turun jauh ke area pertahanan sendiri.
Namun, kiper keturunan Indonesia, Emil Audero, menunjukkan penampilan luar biasa. Audero mencatatkan sedikitnya lima penyelamatan krusial sepanjang babak kedua. Ia menggagalkan peluang emas sundulan jarak dekat Ruben Loftus-Cheek dengan refleks yang sangat cepat. Milan mulai tampak frustrasi karena anak asuh Fabregas membangun tembok pertahanan yang sangat kokoh.
Drama Menit Akhir dan Kegagalan Penalti
Ketegangan memuncak saat laga memasuki masa injury time. Milan sempat memperoleh secercah harapan usai wasit meninjau VAR. Wasit menilai bek Como melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang. Theo Hernandez kemudian maju sebagai eksekutor penalti di tengah tekanan pendukung tuan rumah yang riuh.
Keajaiban kembali memihak Como di Sinigaglia. Emil Audero membaca arah tendangan Theo Hernandez dengan sangat sempurna. Audero menepis bola yang mengarah ke sisi kanan gawangnya. Tammy Abraham sempat mencoba menyambar bola muntah, namun sepakannya justru melambung tinggi. Wasit akhirnya mengakhiri pertandingan dan memastikan tiga poin bersejarah bagi Como.
Dampak Klasemen: Como Menjauh dari Bahaya, Milan Terlempar
Kemenangan ini bermakna lebih dari sekadar tiga poin bagi Como. Tim milik pengusaha Indonesia ini sekarang melesat ke posisi ke-12 klasemen sementara dengan koleksi 25 poin. Hasil positif ini menjauhkan mereka dari ancaman degradasi secara signifikan. Nico Paz dan rekan-rekannya membuktikan bahwa Como merupakan kekuatan baru yang patut diperhitungkan di Serie A.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi bencana besar bagi ambisi AC Milan meraih Scudetto. Mereka kini tertahan di peringkat ke-5 dan terancam keluar dari zona Liga Champions. Kritik tajam kini menghujani Paulo Fonseca karena gagal mengantisipasi taktik bertahan total yang Como terapkan secara efektif.






