PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar

Hasil PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar: Juku Eja Menang Dramatis 1-2

8.6 voting, rata-rata 8.0 dari 10

Kitafilmhost.com – BANTUL – Lanjutan kompetisi kasta tertinggi BRI Super League 2025/2026 baru saja menyajikan sebuah drama kolosal yang luar biasa. Pertandingan pekan ke-27 yang mempertemukan PSIM Yogyakarta melawan PSM Makassar pada Jumat sore (10/4/2026) berakhir dengan cara yang sangat menyakitkan bagi tuan rumah. Padahal, kemenangan sudah berada di depan mata, namun tim tamu justru melakukan comeback mustahil pada detik-detik akhir laga.

Dominasi Laskar Mataram yang Berujung Sia-sia

Sejak wasit meniup peluit babak pertama, PSIM Yogyakarta langsung mengambil inisiatif serangan dengan sangat agresif. Selain itu, dukungan penuh dari ribuan suporter yang memadati Stadion Sultan Agung semakin memacu semangat anak asuh Van Gastel. Tuan rumah menerapkan strategi menyerang dari sayap yang berkali-kali merepotkan barisan pertahanan PSM Makassar.

Ze Valente tampil sebagai motor serangan utama yang sangat dominan. Visi bermainnya yang tajam terus memberikan tekanan konstan ke area penalti lawan. Meskipun Ezequiel Vidal dan Riyatno Abiyoso mendapatkan beberapa peluang emas, namun ketangguhan Hilman Syah di bawah mistar gawang Juku Eja memaksa skor kacamata bertahan hingga turun minum. Oleh karena itu, kedua tim masuk ke ruang ganti dengan tensi yang tetap tinggi.

Pecahnya Kebuntuan dan Harapan di Bantul

Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan justru semakin meningkat dengan cepat. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-54 melalui aksi gemilang Deri Corfe. Gol tersebut berawal dari penetrasi cepat Raka Rifky yang melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Walaupun Hilman Syah sempat menepis bola, namun bola liar (rebound) justru jatuh ke arah kaki Corfe. Dengan tenang, penyerang tajam tersebut menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong dan mengubah skor menjadi 1-0.

Tak lama kemudian, gemuruh stadion pecah seketika karena harapan untuk mengamankan poin penuh kian nyata. PSIM Yogyakarta terus menekan guna menggandakan keunggulan. Di sisi lain, PSM Makassar terlihat sangat kesulitan keluar dari tekanan hebat tersebut. Oleh sebab itu, pelatih tim tamu segera melakukan pergantian pemain untuk menyegarkan alur serangan yang mulai buntu.

Kebangkitan Sang Juku Eja: Luka Cumic Penyeimbang Keadaan

Memasuki 15 menit terakhir, arah angin tiba-tiba berubah secara drastis. PSM Makassar yang tertinggal mulai bermain lebih terbuka dan berani. Mereka mengandalkan skema serangan balik cepat sebagai senjata mematikan. Selanjutnya, pada menit ke-79, Gledson Paixao memicu sebuah serangan balik kilat yang memaksa kiper PSIM, Cahya Supriadi, bekerja ekstra keras.

Sayangnya, Cahya menepis bola ke arah jalur lari Luka Cumic yang berdiri bebas. Tanpa ampun, pemain asal Serbia tersebut menyambar bola dan menggetarkan jala gawang PSIM sehingga skor berubah menjadi imbang 1-1. Tak hanya itu, gol ini mengubah psikologi pertandingan secara total. PSM kini tampil semakin percaya diri, sementara kepanikan mulai menyelimuti barisan pertahanan tuan rumah.

Menit ke-90+9: Dusan Lagator Menjadi Mimpi Buruk

Ketika banyak pihak menduga pertandingan akan berakhir imbang, keajaiban justru memihak tim tamu. Armada Juku Eja memanfaatkan masa injury time secara maksimal dengan serangan yang sistematis. Akhirnya, pada menit ke-90+9, sebuah situasi bola mati menciptakan kemelut besar di jantung pertahanan Laskar Mataram.

Dusan Lagator, bek jangkung PSM, maju membantu serangan pada momen krusial tersebut. Ia berhasil memenangkan duel udara dan menyundul bola dengan akurat ke pojok gawang. Cahya Supriadi hanya terpaku melihat bola masuk ke gawangnya tepat sebelum wasit meniup peluit panjang. Kemenangan 2-1 untuk PSM Makassar ini memastikan tiga poin penting terbang menuju Sulawesi.

Klasemen dan Implikasi Pertandingan

Hasil dramatis ini membawa dampak yang sangat signifikan bagi kedua tim di papan klasemen BRI Super League. Saat ini, PSM Makassar berhasil merangkak naik ke posisi 13 dan menjauh dari ancaman zona degradasi. Selain itu, kemenangan tandang ini menjadi modal berharga bagi mentalitas tim asuhan Bernardo Tavares untuk laga-laga berikutnya.

Sebaliknya, kekalahan ini memaksa PSIM Yogyakarta tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara. Pelatih Van Gastel mengungkapkan kekecewaannya usai laga karena ia merasa sepak bola terkadang sangat tidak adil bagi tim yang mendominasi. Oleh karena itu, PSIM harus segera bangkit untuk menghadapi laga berat selanjutnya melawan Bhayangkara Presisi pada pekan depan.PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar

Diposting pada:
Dilihat:47
Rating:8.9
Kualitas:
Tahun:
Durasi: 2.35 Min
Rilis:
Bahasa:indonesia