Kitafilmhost.com – MADRID – Stadion Santiago Bernabeu kembali menunjukkan keajaibannya dalam kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Real Madrid sukses mengamankan tiket babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 setelah menumbangkan raksasa Portugal, Benfica, dengan skor tipis 2-1 pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini memastikan langkah Los Blancos terus berlanjut berkat keunggulan agregat 3-1.
Namun, skuad asuhan Alvaro Arbeloa ini harus berjuang ekstra keras. Drama cedera pemain bintang hingga tensi panas sisa laga pertama mewarnai jalannya pertandingan yang menguras emosi ribuan pasang mata di tribun.
Kejutan Pahit: Kylian Mbappe Menghilang dari Skuad
Sebelum peluit kick-off berbunyi, kabar mengejutkan muncul dari ruang ganti tuan rumah. Alvaro Arbeloa secara mendadak mencoret nama megabintang Prancis, Kylian Mbappe, dari daftar susunan pemain. Masalah lutut saat sesi latihan terakhir memaksa pelatih mengistirahatkan sang predator gol tersebut.
Tanpa kehadiran Mbappe, lini serang Madrid kehilangan ketajaman di menit-menit awal. Tim tamu memanfaatkan celah ini dengan menekan pertahanan yang dikawal Antonio Rudiger secara bertubi-tubi.
Benfica Menyengat Lewat Gol Cepat Rafa Silva
Kubu Benfica sempat membumbungkan asa untuk melakukan comeback luar biasa. Memasuki menit ke-15, Rafa Silva membungkam publik Bernabeu lewat gol pembukanya. Berawal dari pergerakan liar Vangelis Pavlidis di sisi sayap, bola kirimannya membuat bek muda Raul Asencio salah mengantisipasi keadaan hingga menciptakan kemelut.
Rafa Silva langsung menyambar bola muntah tersebut dan mengubah papan skor menjadi 0-1. Gol ini seketika menyamakan agregat menjadi 1-1, memicu ketegangan hebat di kursi manajemen Madrid.
Respons Kilat Aurelien Tchouameni
Anak asuh Arbeloa tidak membiarkan ketertinggalan tersebut bertahan lama. Hanya berselang dua menit, Aurelien Tchouameni menghadirkan keajaiban lewat kaki kanannya. Melalui skema serangan balik yang rapi, Federico Valverde mengirimkan umpan tarik presisi tepat ke depan kotak penalti.
Tchouameni menyambut bola dengan tembakan melengkung indah yang menghunjam pojok gawang Anatoliy Trubin. Gol balasan cepat ini membangkitkan mentalitas Madrid untuk kembali menguasai jalannya laga. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, meski wasit sempat menganulir gol Arda Guler karena posisi offside.
Vinicius Junior: Tarian Kemenangan di Tengah Teror
Babak kedua berjalan semakin sengit. Benfica terus menggempur pertahanan tuan rumah demi mencari gol tambahan. Namun, Vinicius Junior sekali lagi membuktikan statusnya sebagai nyawa permainan Real Madrid.
Memasuki menit ke-80, sebuah umpan terobosan cerdik dari lini tengah mengeksploitasi kelengahan bek Benfica, Tomas Araujo. Vinicius memacu kecepatannya, melesat sendirian menuju gawang, dan dengan tenang menaklukkan Trubin lewat sepakan mendatar. Stadion bergemuruh merayakan gol penentu yang memastikan keunggulan agregat 3-1.
Insiden Raul Asencio: Kemenangan yang Dibayar Mahal
Sayangnya, insiden memilukan yang menimpa Raul Asencio sedikit menodai pesta kemenangan Madrid. Bek muda potensial itu terpaksa meninggalkan lapangan menggunakan tandu dan penyangga leher setelah berbenturan keras dengan rekan setimnya sendiri, Eduardo Camavinga.
Kejadian traumatis ini menyelimuti stadion dengan keheningan selama beberapa menit. Laporan medis awal menyatakan bahwa petugas kesehatan segera membawa Asencio ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemindaian tulang belakang. Meski menang, rasa khawatir menyelimuti wajah para pemain Madrid saat laga berakhir.






